BSMlTUMiGSApBUMlTUM0Tpr8Gi==

EKOGAMA VOL. 1. APRIL 2025

 
EKOGAMA VOL. 1. (APRIL) 2025
Majalah EKOGAMA edisi Volume 1 (April 2025) menghadirkan wacana yang kuat dan kritis tentang relasi agama, masyarakat adat, dan krisis ekologi di Indonesia Timur. Secara tematik, majalah ini menampilkan benang merah yang jelas, yakni kritik terhadap paradigma antroposentris yang menempatkan alam sebagai objek eksploitasi, sekaligus menawarkan alternatif paradigma yang relasional. Sebuah paradigma yang tidak hirarkis-dominatif,  ia hidup dalam pengetahuan dan praktik masyarakat adat dan laku keseharian masyarakat. Tulisan-tulisan seperti relasi manusia-laut pada masyarakat Matbat di Folley, pemaknaan tanah sebagai “orang tua” dalam masyarakat Amungme, hingga filosofi pohon lontar di Rote, menunjukkan bahwa alam dipahami sebagai subjek yang memiliki nilai spiritual, sosial, dan kultural. Dengan demikian, majalah ini tidak hanya bersifat deskriptif, tetapi juga normatif-konstruktif yang mengajak pembaca untuk merekonstruksi cara pandang terhadap alam melalui kearifan lokal dan refleksi teologis. Disisi lain, EKOGAMA juga memperlihatkan dimensi advokatif yang kuat melalui pembahasan konflik ekologis, seperti resistensi masyarakat Helong terhadap pembangunan Bendungan Kolhua dan kritik terhadap peran agama dalam krisis ekologi yang muncul dalam tulisan ekologi dan krisis kesadaran yang mempertanyakan peran agama. Majalah ini berhasil menggabungkan analisis akademik, narasi pengalaman lapangan, dan refleksi teologis secara seimbang, sehingga relevan baik untuk kalangan akademisi maupun aktivis sosial. Namun, kekuatan utama majalah ini justru terletak pada keberaniannya menempatkan pengetahuan lokal sebagai sumber epistemologi alternatif dalam menghadapi krisis global (Anthropocene).

  Download Pdf