BSMlTUMiGSApBUMlTUM0Tpr8Gi==

Agama dan Ekologi: Spesial Launching Komunitas Oase Cendekia dan Majalah Ekogama Volume 1, Issue 1, 2025

 



Agama dan Ekologi: Spesial Launching Komunitas Oase Cendekia dan Majalah Ekogama Volume 1, Issue 1, 2025

Ekogama merujuk pada integrasi antara perspektif ekologis dan praksis keagamaan yang menempatkan kesadaran ekologis sebagai dimensi integral dalam kehidupan beragama. Konsep ini menantang antropo-sentrisme dengan membuka ruang pengakuan terhadap keberadaan subjek lain di luar manusia dalam relasi kosmis dan ekologis. Dalam kerangka tersebut, program ini memposisikan website sebagai medium publikasi ilmiah-populer yang menampung tulisan-tulisan mengenai agama dan ekologi dari berbagai pendekatan dan disiplin.

Pada edisi pertama, ditulis oleh lima orang sahabat cendekia, diantaranya: (1). Meillina S. Sariri tentang tanah adalah Bapak dan Mama dalam Masyarakat Adat suku Amungme; (2). Petrus A. Gila'a tentang relasi manusia dan laut pada suku Matbat; (3). Rio R. Hermanus tentang perlawanan bendungan Kolhua; (4). Stefanus W. Siwalette mempertanyakan dimana peran agama di tengah Krisis ekologi; Terakhir, Yoggy H. Manu tentang relasi masyarakat Rote dan pohon Lontar. Kegiatan diskusi ini menghadirkan dua Teolog Indonesia sebagai penanggap yaitu; Pdt. Dr. Henderikus Nayuf, M.Min,. M.Th, dan Pdt. Dr. (Cand) Imanuel Geovasky, S.Si., MAPS